ALLAH menciptakan sebuah kaki untuk berjalan, atau pindah ketempat satu ke tempat lain. Maka untuk apa jika aku adalah manusia sempurna (walaupun agak obesitas) memiliki kaki yang lengkap, alasan apa lagi yang akan aku berikan kepada pengharapan orangtua bahwa aku hanya bewrdiam diri saja? Aku senang menyusuri sebuah tantangan, namun aku manusia adalah manusia yang sama tahu rasa lelah, tahu rasa bosan, tahu rasa ingin mengeluh adakalanya aku menjadi manusia yang bandel. Leha-leha disebuah kafe atau warung kopi, sambil menghisap kretekku dan menyeruput kopi hitam pekatku dan melipat wajah sambil melenggokkan kepala sedikit kekanan dan kekiri (sedikit saja karena sekitar juga banyak manusia kalik) sembari menikmati lantunan lagu yang di setel seorang barista. Menurutku tidak ada salahnya manusia mengeluh, lelah, berhenti, frustasi, putus asa, tetapi sifat tersebut beri sedikit saja, jangan banyak-banyak untuk sedikit merilekskan panjangnya cobaan yang sudah kita rintangi. Jangan larang seseorang untuk mengeluh, tapi ingatkan saja, mengeluh boleh berkeluh kesah boleh tapi sedikit saja, karena mengeluh dan berkeluh kesah itu adalah sebagian dari hak masing-masih. Menurutku begitu...
Aku adalah seorang mahasiswa semester 8 atau disebut tingkat akhir yang tidak terlalu serius dengan skripsi, sedikit menyepelekan karena wisuda masih bulan oktober sedangkan sekarang adalah bulan agustus. Untuk bulan ini sepertinya aku agak berjalan cepat sambil mengusap keringat dan berfikir keras bahwa aku harus bisa menyelesaikan di bulan-bulan ini. Selebihnya ku serahkan kepada ALLAH yang memberi aku kemudahan dan kelancaran dan sebuah takdir, perlu kah aku masuk ke area bulan september yang sudah masuk kategori semester 9, duhile duit dari mana lagi cuy, pegel pinggang dan otak hayati.
Aku adalaha manusia yang sering di kelilingi oleh kegagalan, gagal dalam hal percintaan, gagal tidak sesuai target dalam membahagiakan ibu dan bapakku bahkan sering gagal diet (haha). Tapi senangnya dalam hal pendidikan aku bukanlah seorang anak yang pintar, namun aku tidak mudah tumbang, tumbang pernah tapi sesekali dan aku tak membiarkan lama-lama dalam ketumbangan. Lulusku di sebuah sekolah SD, SMP, dan SMA selalu tepat waktu. Hanya skripsilah hambatan terbanyak, tapi ku selesaikan segala bentuk matakuliah terakhir di semester 6. Aku juga tak begitu memahami sebuah skripsi maka sampai semester 8 ini aku masih di bab 4, heiiii bab 4 loh haha karena perjuangan mengerjakan bab 1 sampai dengan 3 butuh fakum main yang cukup lama, jadi 6 bulan terakhir kemarin aku banyak berdiam diri dirumah saat libur kerja, kupandangi skripsiku tapi tak sedikitpun tanganku bergerak untuk mengerjakannya. Tidak main keluar rumah bersama teman, melainkan se kopi shop, menikmati kebulan asap kretek dan asap kopi dan menghabiskan berjam-jam sambil bercumbu dengan angin yang lari ke segala arah. Entah, begitulah aku.
Mungkin aku begini perihal aku bekerja yang pekerjaannya begitu-gitu saja namun melelehkan, dan sabtu minggu aku butuh sebuah refreshing namun 4 tahun silam aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1. Sulit tapi alhamdulillah sudah kulalui dan tinggal sedikit namun banyak sulitnya (hehe). Ya semoga pendidikanku selama 4 tahun ini berguna untukku dan jenjang karierku kedepan, semoga aku mampu menjadi seorang jurnalis/broadcasting/reporter untuk menyenangkan sebuah hati yang bilangnya 'kerja sesuai hobi itu menyenangkan'. Semoga terlaksana. Amin ya rabb